Next Post
Rabu, 4 Agustus 2021

Kunjungi Piru, Menteri Desa Didesak Beri Pengahargaan Kepada Bupati SBB

XM

Share this:

Ambon, Kabarnyata.com— Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didesak beri penghargaan kepada Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Moh. Yasin Payapo.

Payapo dinilai layak karena telah berhasil jadi motor penggerak keberadaan desa-desa tanpa kepala desa definitif selama 4 tahun lebih masa kepemimpinan.

Hal ini disampaikan LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) DPD Maluku melalui Saman Amiruddin Patty kepada wartawan, Sabtu (30/01).

“Kenapa harus diberi penghargaan. Karena Bupati berhasil memainkan strategi politik pemerintahnnya sehingga kendali desa-desa tunduk patuh dibawa kekuasaannya melalui penjabat yang ditunjuk,” uangkap Patti.

Dirinya merincikan, jumlah desa di SBB sebanyak 92 desa. Yang berstatus kepala desa/raja definitif tidak lebih dari 8 desa.

“Artinya apa ? Bupati mengekang desa-desa di SBB dengan kekuasaanya. Ini patut diacungi jempol. Karena dari 9 kabupaten 2 kota di Maluku, hanya Kabupaten kita yang sistem pemerintahannya dibuat seperti itu oleh bupatinya,” tegasnya.

Postingan Saman Patty Menyambut Kedatangan Menteri Desa, PDT dan  Transmigrasi.*** Foto/Facebook
Postingan Saman Patty Menyambut Kedatangan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi.*** Foto/Facebook

Selain itu, Saman juga mengendus adanya pembiaran terhadap perjuangan 10 anak dusun yang telah mati-matian berjuang memekarkan dusunnya menjadi desa administratif.

Perjuangan itu sudah direstui gubernur Maluku melalui diterbitkannya nomor register pembentukan desa. Akan tetapi, oleh Bupati SBB dibiarkan dan seakan berat untuk diurus.

Sementara, lanjut aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu, harapan masyarakat 10 dusun tersebut secepatnya dilakukan pemekeran dusun sebagimana janji kampanye Bupati dan wakilnya 4 tahun silam.

10 dusun atau kampung yang telah direstui itu antara lain, Lasahat, Saweli, Tomi-tomi, Tihu, Tiang Bendera, Tawabi Jaya, Ursana, Sukowati, Kawatu dan Abio.

“Bupati kita anti kritik. Makanya kita dukung saja kebobrokan sistem pemerintahan SBB saat ini. Kita desak, beliau diberi penghargaan. Selama ini beliau bangga dengan penghargaan-penghargaan palsu tanpa bukti. Nanti tinggal orang-orang rasional saja yang akan menilai. Termasuk bapak Menteri,” tutupnya.

Untuk  dieketahui, dalam agenda Kunjungan Kerja di Maluku, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar juga mengunjungi kabupaten SBB yang terjadwal hari ini, (Sabtu-red). *** KN-02

Kabar Nyata

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

IKLANNN

Recent News