Next Post
Sabtu, 15 Mei 2021

Jangan Mudah Percaya Survei Politik di Pilkada SBT

IMG-20201207-WA0031

Share this:

BULA, Kabarnyata.com- Tinggal menghitung hari pencoblosan dilaksanakan,tentu banyak bermunculan strategi baru pada setiap pasangan calon.

Tentu harapan masyarakat Seram Bagian Timur dapat disugukan pendidikan politik yang sehat sehingga nilai demokrasi mencapai puncaknya. fakta antara Suara rakyat yang pasti, dengan Suara survey yang bentuknya prediksi.

” Suara rakyat itu pasti dan terjawab di tanggal 9 Desember 2020. Sementara hasil survey belum bisa meyakini kita soal kemenangan yang akan terjadi pada 9 Desember besok nantinya.” demikian kata Nujul Rumain Politisi Partai PKB di Kota Bula senin,(07/12/2020)

Semakin mendekati hari pencoblosan, semakin banyak isu pembodohan terhadap masyarakat Ita Wotu Nusa.contohnya sejumlah lembaga survei memberikan angka-angka yang berbeda, sehingga menimbulkan opini publik yang tak pantad t “survei bayaran”tentu ini permain pihak tertentu demi kepentingannya.

Sementara itu, beban berat ada di pundak penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu, untuk menjaga pemilu serentak ini Luber (langsung, umum, bebas, rahasia) dan Jurdil (jujur dan adil)—dua akronim yang, ironisnya, dipakai sejak Orde Baru.

Dijelaskannya,Bagaimana sebuah sigi merefleksikan kenyataan? Apakah hasilnya bisa begitu saja dipercaya? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul seiring semakin banyaknya lembaga survei yang mengeluarkan hasil polling soal elektabilitas Abdul Mukti Keliobas-Idris Rumalutur, Fachri Alkatiri-Arobi Kilian dan Rohani Vanah-Ramli Mahu dalam Pilkada Seram Bagian Timur (SBT) 2020.

Selain itu, Tidak semua lembaga survei bisa dipercaya. Lanjut Nujul. Sebab diduga sebagian survei merupakan pesanan sehingga hasilnya disesuaikan dengan kepentingan pemesannya pula. Setidaknya karena itu, perlu diingatkan untuk tetap jangan percaya mudah dalam hal ini lembaga survei.

Tentu Hasil survei akan menjadi rujukan, jika dilaksankan tanpa ada manipulasi data. “artinya Kalau lembaga yang sudah punya nama, tentu mereka menjaga kredibilitasnya dan layak dipercaya.” tandasnya

Jika hasil survey dimanfaatkan orang atau kelompok tertentu untuk menggiring opini publik, dan juga untuk mendapatkan dukungan dari pemodan dan partai. Nah kadang juga ada yang memanipulasi hasil survei. Yang perlu dilihat siapa yang merilis. Orang yang membutuhkan data survei kadang memanipulasi data survei, meskipun data dari lembaga survei sudah benar tapi dimanipulasi lagi sebelum dipublis.

Ditambahkan, memanipulasi dengan tujuan agar kelihatan lebih populer, tentu itu sangat merugikan lembaga survei, dan merusak kredibilitas lembaga. Tapi ada juga lembaga yang memamang abal abal. Tiba tiba muncul, dan itu paling sering digunakan untuk menggiring opini publik.

” Sejumlah lembaga survei, kini sudah mulai merilis hasil penelitian mereka terkait tingkat elektabilitas calon kepala daerah (Cakada) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).”Ujar Nujul

Diharapkan semua simpatisan masyarakat tidak mudah terpengaruh atas hasil survei yang ada saat ini. Jangan mudah dipercaya. Apalagi mau terprovokasi.

Saat ini ada begitu banyak lembaga survei di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten SBT ini. Olehnya itu, masyarakat perlu cermat. Jangan mudah dibohongi. Lihat lembaganya. Apakah layak dijadikan rujukan atau tidak.

Pasalnya sejauh ini, banyak juga lembaga survei abal-abal. Merilis survei mereka hanya digunakan sebagai gimik politik atau trik menarik perhatian pemilih.

Padahal pada kenyataannya tidak sesuai fakta. Tidak di unggulkan, malah tiba-tiba muncul dengan hasil survei yang sangat jauh berbeda pada umumnya. Waspadai pembodohan publik. Memang hasil survei yang mengunggulkan salah seorang paslon itu cukup berpengaruh. Tetapi kalau jaraknya terlalu jauh. Itu patut dicurigai. Bisa jadi ini hanya gimik politik.

Meski begitu, hasil survei yang seperti itu. Seperti, mempopulerkan seorang paslon, tidaklah terlalu berpengaruh di zaman sekarang ini. Sebab, masyarakat kini kian cerdas memilah mana lembaga survei kredibel mana yang tidak.

Untuk itu, tambah Nujul Rumin.selaku anak kadung SBT berharap agar dalam H-2 masyakat dapat rasional dalam menerima informsi,sebaliknya pada penentuan pilihan, sehingga dapat cenderungan dalam melihat majunya Kabupaten SBT.*** CNI-08

Kabar Nyata

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *