Next Post
Jumat, 15 Oktober 2021

DISKUSI ARAH PERPOLITIKAN MALUKU

abng Ka

Share this:

Diskusi arah perpolitikan Maluku, tidak bisa lapes dari situasi politik Nasional di tahun 2024 tentunya kita semua pasti tahu, berbeda dengan pemilu tahun-tahun sebelumnya karena pemilu dilaksanakan serentak dalam satu tahun bedanya soal waktu pelaksanaan dan dimulai dengan Pileg, Pilkada kemudian Pilpres.

Siklus perpolitikan ditahun 2024 membawa dampak yang sangat positif dalam proses demokrasi, lebih khusus untuk Pimilihan Kapala Daerah Gubernur, Bupati, Walikota.

Dampak positif dimaksud antara lain; pertama, secara langsung memotong gerakan-gerakan mobilisasi eksudus pemili antar kab/kota, kedua tidak ada lagi istilah petahana artinya semua bakal calon memulai dari nol, ketiga hasil Pileg 2024 akan baru akan menentukan partai mana saja yang berhak mengusung Bakal Calon, keempat regulasi secara teknis semakin baik didukung dengan penguatan lembaga penyelenggara Pemilu yang semakin kuat.

Dengan demikian asumsinya adalah semua bakal calon Gubernur, Bupati, Walikota yang maju mencalonkan diri apakah lewat jalur partai politik atau lewat jalur indevendan memiliki peluang yang sama

Khusus untuk pilkada Gubernur Maluku, mari kita cermati dengan bertolak atas dasar pemikiran bahwa ada beberapa variable yang disebutkan diatas berdampak terhadap proses pilkada serentak. Sehingga pada titik ini rasanya kita masih sukar dan sangat prematur untuk menyatakan bahwa bakal calon si A paling kuat, atau bakal si B paling kuat, bahkan bakal calon si C paling kuat, kalau hanya sebatas simpati terhadap bakal calon bolehlah sebab dinamika perpolitikan masih panjang.

Kita mestinya objektif untuk memberikann pencerahan politik dengan membangun kontruksi berpikir harus dilandasi dengan pandangan bahwa format pemilu serantak memiliki karekater berbeda misalnya pada saatnya semua daerah prov/kab/kota akan diisi oleh pejabat Gubernur/Bupati/Walikota.

Untuk itu sebaiknya kita berusaha untuk mengindari membangun wacana politik dengan pemikiran yang cendrung partisan, tanpa mempertimbangankan berbagai karakater dimaksud, apalagi membangan pemikiran politik tidak memiliki argumen mendasar diserta dengan fakta-fakta positif, objektif dan rasional.

Satu indikator yang masih sukar untuk diprediksi karena sangat tergantung pada hasil Pemilu 2024 yaitu partai-partai mana saja yang akan lolos/berhasil dalam pemilu legislatif dan berhak untuk mengusung bakal calon pasangan gubernur/wakil, demikian juga pasangan bupati/wakil bupati, pasangan walikota/wakil walikota.

Urusan pencalonan kita tunggu hasil pemilu 2024, kecuali pasangan yang maju lewat jalur indevenden, itupun harus menunggu hasil pemilu karena suara syah akan dijadikan sebagai dasar.

Meskipun demikian ada fakta yang menarik untuk dicermati dan sudah didiskusikan para kalangan elit partai politik, pengamat bahkan sudah terpublikasi diberbagai media beberapa nama bakal calon Gubernur sebut saja dengan initial MI, FT, JR, SA, AT, TA, RL, RU, HL, NS, HS, AV, MB, SU, LS semua nama yang disebut adalah figur-figur terbaik Maluku yang sekarang memiliki kapasitas mumpumi dan bisa saja diantara mereka akan berpasangan.

Kita berharap semakin banyak bakal calon yang maju maka semakin terbuka ruang untuk parpol-porpol menentukan pilihan terhadap pasangan bakal calon yang paling terbaik diantara yang baik untuk ditawarkan kepada masyarakat/pemilih pada saatnya.

Mari masyarakat Maluku kita dorong agar pemangku kepentingan politik pimpinan partai politik yang lolos dalam pemilu 2024 untuk kiranya bisa menawarkan pasangan bakal calon geburnur kepada masyarakat syukur-syukur kalau lebih dari 2 pasangan calon dan juga diharapkan ada pasangan calon gubernur maju lewat jalur independen

Penulis : M. Saleh Wattiheluw, SE.MM.

 

Kabar Nyata

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Untitled-1

Recent News