Next Post
Jumat, 30 Juli 2021

Kunker Ke Tual, Pangdam Pattimura Akui Kerjanya Sesuai Prinsip “Ain ni Ain”

Pangdd

Share this:

 

Langgur, Kabarnyata.com– Pangdam XVI/ Pattimura Jefri Apoly Rahawarin melakukan kunjungan kerja di kota Tual.

Orang nomor  satu di Markas Komando dua provinsi itu memperkenalkan diri di depan masyarakat kota Tual.

Sebagai anak negeri, dirinya juga memperkenalkan Kepulauan Kei memiliki sejarah penting dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Dituturkan, dalam perjuangan perebutan Irian Barat, Panglima Mandala Operasi Mayjen Soeharto yang kemudian menjadi Presiden RI ke 2, pernah berada di Kota Tual untuk memimpin dan mengendalikan perjuangan perebutan Irian Barat saat itu, yang sekarang telah berganti nama menjadi Papua.

“Bapak dan ibu sekalian tantangan yang akan kita hadapi bangsa dan negara kita saat ini sangatlan berat ini bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata semata, tetapi menjadi tanggungjawab kita semua,” ungkap Pangdam, 17 Maret 2021 kemarin.

Dilanjutkan seperti yang terjadi pada saat perjuangan merebut kemerdekaan. Para pendahulu dari berbagai elemen bersatu untuk merebut kemerdekaan.

“Saat ini kita sebagai generasi penerus dengan tantangan yang berbeda harus bersatu dalam menghadaoi  tantangan saat ini. Perbedaan jangan dijadikan sebagai sumber perpecahan tetapi perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi kelebihan dan kekurangan satu dengan yang lain,” tegasnya.

Dirinya mengendus, daerah ini akan mengalami kemajuan cepatkedepan apabila kita semua bersama-sama bekerjabergandengan tangan dalam satu ikatan yang kuat seperti dalam bahasa Kei Ain ni Ain (semua untuksatu saling menolong, saling mendukung, salingmembutuhkan).

“Ini selaras dengan prinsip kerja saya. Bekerja dengan kasih dan mempererat silaturahmi Sama juga dengan bahasa-bahasa orang Maluku ale rasa beta rasa, potong dikuku rasa di daging,sagu salempeng dipata dua,” akuinya.

Falsafah Ain ni Ain

Dalam buku KEI: Alam, Manusia, Budaya dan Beberapa Perubahan, Anton Ohiora menuliskan falsafah Ain ni Ain merupakan salah satu ungkapan yang menunjukkan orang Kei hidup dalam ikatan kekerabatan. Arti Ain ni Ain adalah saling mempunyai satu dengan yang lain, kita saling memiliki, bagian dari yang lain.

Sedangkan falsafah vu’ut ain mehe ngifun ne manut ain mehe ni tilur artinya kita bagaikan ikan-ikan dari satu kandung telur, dan telur-telur ayam yang berasal dari satu induk: hubungan berdasarkan asal dari satu orang tua, satu kandungan.

Falsafah itu merupakan falsafah dasar orang Kei yang mengandung menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Masyarakat Kepulauan Kei menjadikan falsafah tersebut sebagai dasar bagi kehidupan bersama dalam kemajemukan, misalnya saling membantu antara satu dengan yang lain sekaligus landasan untuk hidup bersama dalam perbedaan oleh masyarakat Kei.

Hukum adat Larvul Ngabal

Selain falsafah sebagai pandangan hidup, masyarakat dan orang Kei menjunjung tinggi hukum adat mereka yang namanya hukum Larvul Ngabal.

Dosen Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Weldemina Yudit Tiwery dalam penelitiannya menemukan hukum adat Larvul Ngabal sangat membantu memersatukan keragaman identitas sampai agama. Weldemina menemukan, hukum Larvul Ngabal telah dipakai pemangku adat untuk merekonsiliasi konflik yang pernah dialami masyarakat Kepulauan Kei.

“Karena dalam hukum Larval Ngabal, semua masyarakat patut dihargai dan merupakan kesatuan. Hal ini dipertegas dalam falsafah manut anmehe tilur, fuut anmehe ngifun,” tulis Weldemina dalam penelitian Larful Ngabal dan Ain ni Ain sebagai pemersatu kemajemukan di Kepulauan Kei.

Hukum Larvul Ngabal juga berperan menyatukan etnis yang ada di Kepulauan Kei. Masyarakat Jawa, Buton sampai Bugis, dengan hukum Larvul Ngabal itu, menjadi bisa diterima menjadi bagian dari masyarakat Kei.

Weldemina menuliskan penerapan hukum Larvul Ngabal di Kepulauan Kei tak muncul karena keterpaksaan melainkan muncul dengan kesadaran kebersamaan pada masyarakat, yang akhirnya memupuk solidaritas dan persatuan.***KN-010/Hops id

Kabar Nyata

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

IKLANNN

Recent News